Meningkatkan Kualitas Pendidikan SMPN 14 Satarmese Konsisten Melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Menerapkan Soal HOTS

Konsisten melaksanakan asesmen berbasis online. SMPN 14 Satarmese tak cukup hanya pada perpindahan model asesmen, soal yang diberikan berbasis HOTS.

Pelaksanaan asesmen semester 2

Pada pelaksanaan ujian akhir sekolah yang berlangsung dari tanggal 28–06 Mei 2025 ini. Salah satu SMPN di Manggarai kembali melaksanakan konsep ujian dengan pemberian soal ujian yaitu model HOTS (High  Order Thinking Skill). Model soal yang dipilih adalah teks narasi, gambar, tabel, grafik dan lain sebagainya. Soal yang diberikan berorientasi pada mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik. Sementara alternatif pilihan juga bervariasi seperti; pilihan ganda komplek, menjodohkan, benar salah, jawaban singkat.

 Maksimus Edon, dalam keterangannya menyampaikan

Pemberian model soal seperti di atas adalah upaya sekolah kami untuk terus meningkatkatkan mutu pendidikan di lembaga SMPN 14 Satarmese ini. Apa lagi dengan hasil rapor pendidikan yang meningkat drastis dari tahun sebelumnya memicu semangat dan asah semua warga sekolah untuk melahirkan ide, program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan yang bermutu. Pemberian soal HOTS sangat mugkin dilakukan karena ujian ini dilaksanakan secara online. Adapun perangkat yang kami gunakan adalah jaringan internet (Starlink), Chroombook/laptop yang semuanya kami pinjam di sekolah lain.

 Mode ujian online tidak hanya sekedar perpindahan mode ujian semata dari manual ke online, lebih dari itu pelaksanaan ujian mode online ini harus dapat merangsang dan memberdayakan kemapuan guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik termasuk menciptakan soal yang mengasah daya kritis murid.

Jangan sampai keterbatasan sarana prasarana menghambat daya juang warga sekolah menghadirkan pembelajaran yang bermutu agar kualitas lulusan dapat bersaing dengan lulusan sekolah lainnya. Meingat sekolah kami berada di daerah blankspot (tidak terjangkau sinyal internet, serta sarana prasana penunjang yang terbatas). Kata kuncinya kolaborasi dengan berbagai pihak terutama warga sekolah itu sendiri, orang tua, Dinas PPO, dan masyarakat pada umumnya.

Sebastianus Ali, S.Pd sebagai ketua Panitia Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah menerangkang bahwa pelaksanaan ujian ini di ikuti oleh 59 peserta didik kelas 9 yang terdiri dari 29 laki-laki dan 30 perempuan. Untuk pelaksanaannya sendiri di bagi dalam 2 sesi. Sesi 1 diikuti oleh 30 murid dan sesi 2 diikuti  oleh 29 peserta. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi perangkat ujian yang tersedia. Apa lagi ujian kali ini kami tidak mengizinkan menggunakan Android/ gawai milik peserta didik. Semua menggunakan perangkat Chroombook yang dipinjamkan dari sekolah sekolah lainnya.

Pelaksanaan ujian ini telah dipersiapkan dengan baik oleh semua pihak yang tergabung dalam panitia, sehingga pada pelaksanaan ujian kali ini semuanya berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Mitigasi sudah dipersiapakan dengan baik, bahkan pada perencanaannya sudah dipersiapkan 3 perencanaan sekaligus. Artinya jika perencanaan yang 1 tidak berjalan, langsung berganti ke perencanaan yang kedua dan seterusnya.

Semua hal ini kami lakukan dengan harapan para siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan mendapat hasil yang terbaik, kiranya proses ujian ini dapat menjadi pengalaman yang berharga. Saya yakin, semangat dan usaha yang maksimal para siswa dapat meraih  kesuksesan dalam mengikuti ujian ini.

Atas kerja kolaborasi semua pihak di lembaga ini akhirnya kami dapat melaksanakan ujian akhir sekolah dengan baik, ini tidak terlepas dari perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terkontrol dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Di sela kegiatan pelaksanaan ujian, salah seorang guru berkesempatan untuk melakukan sesi wawancara terhadap dua orang anak  sebagai perwakilan peserta ujian. “Apa saja persiapan kalian dalam mengikuti Ujian akhir ini,  terutama dari segi fisik, mental, dan daya intelektual sehingga kalian mampu meraih nilai yang bagus”?, kedua murid yaitu Agustinus Sirilus Ampu dan Yunita Anul menjawab, “ kami telah menyiapkan diri dengan baik sejak awal, dari segi fisik hal  pertama yang kami lakukan adalah, berhenti bermain HP, tidak bergadang, serta melakukan 7 kebiasaan baik yang telah disosialisasikan di sekolah. Dari segi mental, kami bekerja sama dengan orang tua untuk tidak membuat kami stres, sedang dari segi intelektual kami sangat mempersiapkannya dengan matang, yaitu banyak belajar di waktu senggang  lebih khusus banyak membaca serta tak lupa untuk berdoa”, Ucap Tosi dan Nita.

Kepala Sekolah Bapak Maksimus Edon turut hadir dalam pelaksanaan ujian tersebut demi meninjau langsung bagaimana pelaksanaan ujian sekolah kali ini. Beliau menyampaikan harapannya agar peserta didik dapat mengerjakan soal ujian dengan baik supaya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tak lupa pula di akhir sesi kegiatan ujian, Beliau mengadakan evaluasi singkat dengan para guru dan berpesan agar guru-guru tetap berkolaborasi mewujudkan suasana ujian yang kondusif, aman, dan tertib. 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT