
Sebelum memulai sesi praktik bersama penggunaan berbagai aplikasi AI (Artificial Intelligence) untuk membantu memudahkan berbagai pekerjaan guru dalam menyusun RPP, Modul Ajar, tayangan PPT dan penyusunan soal berbasis HOTS, Guru IPA ini menegaskan Pembelajaran KKA bukan sekedar mengajarkan teknologi tetapi mempersiapkan generasi penerus untuk menjadi inovator yang mampu menciptakan solusi untuk masa depan. Etika dan nilai-nilai kemanuasian tetap menjadi fondasi pembelajaran teknologi, guru be
Diseminasi Koding
Woa, Senin, 24 November 2025
Komunitas sekolah Cengka Gerak SMPN 14 Satarmese kembali melaksanakan kegiatan diseminasi atau pengimbasan pengetahuan, pemahaman baru untuk semua guru yang ada di sekolah ini. Diseminasi dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab dari para guru dan tenaga kependidikan yang telah ditunjuk mewakili sekolah dalam kegiatan yang telah dilaksanakan baik oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan/ BGTK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas PPO Kabupaten Manggarai maupun oleh komunitas pendidikan lainnya.
Untuk kegiatan kali ini dilaksanakan selama 2 hari dari Sabtu, 22 & 24 November 2025 bertempat di Laboratorium Komputer sekolah. Aurelia Endang Karunia, S.Pd yang menjadi ketua panitia pelaksanaan kegiatan dalam laporan menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program kerja komunitas sekolah, di mana setiap rekan guru yang ditugaskan mengikuti satu kegiatan maka sebagai bentuk tanggung jawab agar melaksanakan kegiatan pengimbasan kepada rekan guru lainnya.
Kegiatan pengimbasan dilaksanakan selama 2 hari dari hari Sabtu, 22 & 24 November 2025 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah yang berjumlah 18 orang yang terdiri dari 16 guru dan 2 tenaga kependidikan.
Yang menjadi pemateri kegiatan adalah Ferdinandus Leho, S.Pd, Sebastianus Ali, S.Pd untuk materi Pembelajaran Mendalam dan Leobaldus Cahyadi, S.Pd yang menjadi narasumber pada materi Koding dan Kecerdasan Artifisial yang dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025.
Pada kesempatan yang sama materi tambahan adalah penyusunan program kerja sekolah sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Anggaran Sekolah untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan dalam komunitas kami saat ini. Seluruh anggaran dibebankan pada anggaran BOS tahun 2025 ini.
Ferdi Leho pada paparan materi Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Artinya pembelajaran ini harus berpihak pada peserta didik guna tercapai pembelajaran yang berkualitas bagi murid. Ia menekankan implementasi dari pembelajaran mendalam terhadap peserta didik adalah berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Berkesadaran artinya peserta didik memiliki kesadaran untuk menjadi aktif dan mampu meregulasi diri, bermakna artinya peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan sehingga mampu menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata, sementara menggembirakan artinya peserta didik dapat merasakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Ia juga mengatakan pembelajaran mendalam memiliki delapan dimensi lulusan profil, yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, Kesehatan, dan kolaborasi. Sebagai bentuk akhir dari diseminasi pembelajaran mendalam Fredi sapaan akrabnya menampilkan RPP sebagai bahan acuan pembelajaran di dalam kelas yang telah dirancang selama mengikuti pelatihannya di Ruteng. Dalam pemaparan RPP yang disajikan terdapat hal menarik yang menjadi bahan diskusi antar guru yaitu tentang persiapan murid di awal pembelajaran berdasarkan pengetahuan awal, minat, dan latar belakang. Salah satu guru yakni Chamelia Diniarty selaku guru Bahasa Indonesia menanyakan tentang bagaimana cara mengetahui persiapan awal murid jika pembelajaran dilakukan di awal semester, salah satu guru yaitu Marianus Seventus Hadim menjawab bahwa untuk mengetahui persiapan awal murid di awal semester adalah dengan melakukan tes awal kognitif bagi semua mata pelajaran untuk mengetahui kemampuan awal murid.
Diseminasi Pembelajaran Mendalam rupanya memberikan manfaat bagi setiap guru SMPN 14 Satarmese, semua mendapatkan pengalaman untuk mampu berinovasi, menantang kemampuan dalam setiap pribadi untuk menjadi guru yang bermartabat dan berkarakter.
Sementara Leobaldus Cahyadi dalam paparan materi Koding menekankan bahwa kemajuan dunia digital saat ini menuntut kita para pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi dengan kemajuan yang ada. Menjelaskan kedudukan koding dan informatika dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah kedepan, yang menjadi fokus dan tujuan saling bertalian.
Adapun elemen koding dan kecerdasan artifisial yaitu berpikir komputasional (pemecahan masalah), literasi digital (cakap produksi dan diseminasi konten digital), literasi dan kecerdasan artifisial, algoritma pemrograman dan analisis data.
Sebelum memulai sesi praktik bersama penggunaan berbagai aplikasi AI (Artificial Intelligence) untuk membantu memudahkan berbagai pekerjaan guru dalam menyusun RPP, Modul Ajar, tayangan PPT dan penyusunan soal berbasis HOTS, Guru IPA ini menegaskan Pembelajaran KKA bukan sekedar mengajarkan teknologi tetapi mempersiapkan generasi penerus untuk menjadi inovator yang mampu menciptakan solusi untuk masa depan. Etika dan nilai-nilai kemanuasian tetap menjadi fondasi pembelajaran teknologi, guru berperan sebagai agen perubahan dalam transformasi pendidikan, lakukan penyesuaian yang adaptif sesuai konteks dan kebutuhan lokal. Tegasnya.
Maksimus Edon sebagai kepala SMPN 14 Satarmese dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada tim komunitas sekolah yang terus melahirkan kegiatan dalam komunitas Cengka Gerak ini. Kegiatan 2 hari ini adalah keberlanjutan dari program sekolah selama ini, menjadikan komunitas sebagai wadah untuk berbagi dan belajar bersama. Para narasumber kegiatan, panitia dan seluruh para guru yang telah berbagi dan belajar bersama. Tagline kita adalah Inovasi Sebagai Solusi dan ini adalah upaya bersama menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, program sekolah yang berorientasi pada kebutuhan belajar peserta didik kita di sekolah. Apapun pemahaman baru yang kita pelajari harus memberikan dampak langsung pada kemajuan kita para guru dalam melaksanakan tugas keseharian kita di sekolah dan hendaknya berdampak langsung dalam kualitas belajar peserta didik kita.
Kemajuan belajar murid adalah indikator yang mudah untuk mengukur apakah pelatihan atau kegiatan yang kita ikuti selama ini bermanfaat atau tidak, berdampak atau tidak.
Harapannya kita semua memiliki visi yang sama untuk mengambil bagian dalam transformasi pendidikan yaitu menghadirkan pendidikan yang berkualitas untuk semua. Tutupnya.